Pelaku bisnis UMKM semakin berkembang pesat banyak diantaranya memiliki produk yang bagus, pelanggannya banyak dan omset meningkat dalam waktu cepat akan tetapi dalam berjalannya waktu banyak juga para pebisnis UMKM yang gulung tikar, hal ini karena masih banyak ditemukan kesalahan kesalahan dalam mengelola bisnis UMKM nya.
Hal ini bisa terjadi bukan karena kurangnya kerja keras namun yang sangat menjadi permasalahan adalah kurangnya atau kesalahan kesalahan dalam mengelola pembukuan bisnis dan karena kekurangtahuan bagaimana cara mengelola bisnis yang benar.
Berikut kesalahan yang sering dijumpai dalam menjalankan bisnis UMKM
1. Tidak memisahkan keuangan pribadi dan bisnis
Hal ini merupakan kesalahan yang sering dilakukan oleh para pebisnis terutama pebisnis pemula dimana tidak memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Disaat ada pengeluaran untuk kebutuhan bisnis diambil dari dompet pribadi, begitu juga disaat ada kebutuhan pribadi diambil juga dari dompet pribadi, sehingga tidak mengetahui atau kesulitan untuk mengetahui apakahbisnis yang dijalankan untung atau tidak, kesulitan dalam melacak keuangan bisnisnya berapa yang diperoleh dalam periode tertentu.
Baca juga artikel : Pentingnya Accurate Accounting Software Akuntansi Perpajakan UMKM
Dampaknya : Tidak diketahui secara pasti berapa keuangan bisnis yang diperolehnya dalam periode tertentu dan yang lebih fatal lagi tidak diketahui bisnis yang dijalankan benar benar menguntungkan atau bahkan merugikan.
Solusinya : Pisahkan rekeninga pribadi dan rekening bisnis sehingga jelas pengeluaran pribadi masuk dan keluar dari mana serta pengeluaran bisnis masuk dan keluar dari rekening mana.
2. Tidak rutin mencatat transaksi
Setiap adanya transaksi dalam bisnisnya tidak pernah dilakukan pencatatan secara rutin baik itu transaksi penjualan, transaksi pembelian maupun pengeluaran pengeluaran untuk biaya operasional bisnisnya. Taunya hanya menjual barang keluar dan pembelian adanya barang masuk dan pengeluaran biaya operasional harian yang pengeluarannya melalui dompet pribadi.
Dampaknya : Tidak bisa kontrol antara penjualan yang terjadi dan ketersediaan stok nya. Tidak bisa melacak pengeluaran yang sudah dilakukan untuk kebutuhan apa saja jika hanya mengandalkan ingatan.
Solusinya : Luangkan waktu sebentar dan secara rutin mencatat setiap adanya transaksi sekecil apapun sebagai histori transaksi jika kedepan ada suatu hal yang tidak diinginkan maka rekap pencatatan transaksi tersebut bisa dijadikan sebagai bukti.
3. Tidak membiasakan menyimpan bukti transaksi
Menjadikebiasaan bagi sebagian besar pelaku bisnis UMKM tidak menyimpan bukti transaksi seperti bukti nota pembelian dari supplier, tidak menyimpan nota penjualan ke pelanggan. Hal ini mungkin dianggap sepele namun akan sangat dibutuhkan jika sampai terjadi masalah kedepan dengan pihak supplier tidak bertanggungjaab ataupun pelanggan nakal untuk mencari keuntungan atas kelalaian pelaku bisnis.
Dampaknya : Tidak mengetahui histori barang apa saja yang sudah dikirim pihak supplier sehingga sangat memungkinkan terjadinya penyalahgunaan dalam penagihan oleh oknum nakal supplier.
Solusinya : Pastikan selalu menyimpan dengan rapi struk atau nota atas transaksi yang terjadi baik bukti fisik nota struk atau juga bisa dengan cara difoto dan disimpan dengan folder tersendiri. Dengan demikian akan bisa menjadi bukti atau sebagai rekap transaksi bulanan.
4. Menghiraukan cash flow arus kas
Banyak pelaku bisnis terkejut dengan apa yang terjadi dalam bisnisnya, penjualan banyak namun uangnya kemana, tidak ada uang ditangan. Kalo sudah begini pasti akan panik karena sudah waktunya bayar ke supplier, waktunya bayar gaji pegawai atau lagi butuh biaya buat opersional harian dan lain sebagainya. Hal ini terjadi kaena kurang kontrolnya arus kas atau cash flow bisnis yang dijalankan dikarenakan kurangnya kontrol atas keuangan bisnis.
Baca juga artikel : Pentingnya Laporan Keuangan Arus Kas bagi Perusahaan
Dampaknya : Bisnis kelihatan untung karena banyak penjualan namun uang kas atau uang direkening menipis atau bahkan kosong, tidak terbayarnya hutang jatuh tempo, molornya bayar gaji pegawai dan sebagainya.
Solusi : Rekap secara rutin tagihan piutang yang sudah jatuh tempo dan hutang ke supplier yang sudah jatuh tempo dan rekap pengeluaran apa saja rutin tiap bulannya.
5. Tidak membuat laporan keuangan
Pebisnis UMKM masih mengandalkan keuntungan berapa omset yang diperolehnya secara harian atau dalam periode tertentu tidak secara spesifik laporan apakah bisnis yang dijalankan laba/rugi. Dalam menjalankan bisnis harus memiliki laporan penting yang harus dimiliki setiap pebisnis, yaitu laporan neraca, laporan laba/rugi, laporan cash flow dan laporan perubahan modal. Dan tentunya laporan laporan penunjang lainnya yang dapat membantu pebisnis dalam menganalisa sejauh mana bisnis yang sudah dijalankan, dan rencana apa yang harus diambil untuk kedepannya.
Baca juga artikel : Pentingnya Accurate Accounting Software Akuntansi Perpajakan UMKM
Dampak : Tidak mengetahui secara pasti apakah bisnis yang dijalankan menguntungkan atau tidak, tidak mengetahui jadwal piutang, hutang atau kewajiban lainnya. Dan
Solusi : Rekap transaksi minimal dengan program excel untuk mengetahui perkembangan bisnis yang dijalankan apakah sudah sesuai harapan atau tidak.
6. Tidak menggunakan Pembukuan Digital
Masih banyak pelaku bisnis UMKM yang masih kelola pembukuan bisnisnya dengan cara manual atau bahkan belum melakukan pencatatan secara rapi sehingga saat melakukan rekap kegiatan bisnisnya akan kesulitan kalaupun ada rekapan pasti akan membutuhkan waktu yang lama, karena tidak sinkron dan tidak terintegrasi antar transaksinya, dan harus menjurnal manual setial transaksinya untuk membuat laporan harian ataupun bulanan.
Dampak : Kesulitan merekap setiap transaksi operasional harian baik transaksi penjualan, pembelian ataupun biaya biaya. Tidak mengetahui perkembangan bisnis yang dijalankan menguntungkan atau malah merugikan
Solusi : Gunakan pembukuan digital yang sesuai dengan kebutuhan bisnis UMKM.
Itulah gambaran kesalahan kesalahan dasar yang sering dilakukan beberapa para pebisnis UMKM yang tentunya akan mempersulit dalam mengontrol dan menganalisa bisnis yang dijalankan apakah sudah sesuai dengan harapan atau malah merugikan.
Untuk menghindari kesalahan kesalahan diatas tentunya pelaku bisnis UMKM harusnya sudah beralih dan menggunakan program pembukuan digital dalam membantu proses bisnis yang dijalankan, tinggal input tansaksi operasional harian maka semua sudah terproses dan terjurnal secara otomatis by sistem, dan laporan laporan keuangan bisa langsung disajikan secara update reaaltime saat itu juga.
Baca juga artikel : Kapan Harus Beralih dari Pembukuan Manual ke Pembukuan Digital
Sebagai rekomendasi program pembukuan digital terbaik adalah ACCURATE Online.
Accurate Online merupakan program pembukuan digital berbasis cloud webbased yang sudah memiliki modul yang sudah lengkap dan auto posting jurnal.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program accurate software, permintaan presentasi produk baik secara visit maupun online, konsultasi versi accurate yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, langsung saja hubungi Marketing Firdaus sebagai partner resmi penjualan Accurate Software
081703354372
Firdaus merupakan salah satu marketing senior di accurate software yang sudah berpengalaman lebih dari 14 tahun menghandle berbagai jenis usaha baik itu perusahaan trading, jasa, distributor, grosir, retail, pekerjaan proyek, kontraktor bahkan hingga perusahaan manufaktur
#accuratesurabaya #accuratejakarta #accuratebandung #accuratemedan #accuratesamarinda #accuratekalimantan #accuratebanjarmasin #accuratepalu #accuratemakassar #accurategorontalo #accuratentt #accuratentb #accuratebali #accuratejayapura #accuratetimorleste #accuratebima #accuratemalang #accurategresik #accuratesidoarjo



Tidak ada komentar:
Posting Komentar